4 Feb 2021

Perlukah Mengonsumsi Susu Program Hamil?

Keinginan untuk memiliki momongan menjadi salah satu faktor terbesar untuk pasangan melakukan berbagai usaha, mulai dari menerapkan gaya hidup sehat, mencoba variasi posisi berhubungan intim, berkonsultasi ke dokter, hingga program bayi tabung. 


Salah satu yang kerap kali menjadi pertanyaan adalah tentang perlunya mengonsumsi susu yang diproduksi khusus untuk program hamll. Yuk, kita bahas!


Susu & Prosentase Peningkatan Kesuburan 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Academy of Nutrition and Dietetics mengungkapkan bahwa wanita yang mengonsumsi satu atau lebih porsi susu tinggi lemak dalam sehari, dapat meningkatkan potensi kesuburan hingga 27% daripada mereka yang tidak. Hal ini disebabkan oleh fungsi lemak yang dibutuhkan untuk menjaga sistem reproduksi, khususnya ovarium. Konsumsi susu rendah lemak dapat berpotensi menurunkan keseimbangan hormon estrogen dan progesteron , yang berperan penning dalam proses pembuahan dan kehamilan. Mulai dari mendukung perkembangan janin hingga membantu dalam pemberian nutrisi yang dibutuhkan oleh janin. 


Bagaimana dengan susu khusus program hamil?

Pada dasarnya, susu memiiki banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh dan membuatnya lebih siap dalam menghadapi kehamilan, diantaranya lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin D, vitamin B6, fosfor, folat, dan protein. Tetapi perlu diingat bahwa mengonsumsinya tidak lantas meningkatkan peluang untuk hamil. Karena ada banyak faktor yang memengaruhinya: Gaya hidup, kesehatan reproduksi kamu dan pasangan, serta faktor kesuburan. Dalam hal ini, susu akan bertindak sebagai suplemen kesehatan yang membantu tubuh kamu menyiapkan masa kehamilan kelak. Namun, terdapat keistimewaan pada kandungan susu khusus program hamil yaitu keberadaan asam folat, zinc dan seng yang berperan penting untuk pematangan folikel ovum, membantu perjalanan ovum atau sel telur menuju ke tempat ditanamnya janin, serta membantu mengatur keseimbangan hormon di dalam tubuh. Asam folat mencegah kecacatan pada janin, serta zat besi dan kalsium mencegah terjadinya keguguran di awal konsepsi. Disarankan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi susu atau suplemen apapun untuk meningkatkan peluang kehamilan dengan dokter terkait. Karena bisa saja, kegagalan pembuahan selama ini bukan karena alasan kekurangan nutrisi, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. 




Selain susu, kamu dapat melengkapi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan bagi pembentukan sistem reproduksi dari asupan lain yang kaya akan kandungan berikut:


1. Lemak

Yang berperan dalam menjaga fungsi sistem reproduksi, dapat kamu temukan dalam bahan makanan sehat seperti alpukat, chia seeds, dark coklat, telur, minyak zaitun, atau keju. 

2. Protein

Berfungsi dalam pembentukan hormon tubuh, dapat kamu temukan dalam bahan makanan seperti ikan dan kacang - kacangan. 

3. Karbodhirat

Kandungan yang satu ini dapat membantu meningkatkan kesuburan. Tersedia di dalam bahan makanan seperti nasi, ubi, pisang, oat, hingga jagung. 

4 Vitamin B6 & B12

Berfungsi untuk membentuk hormon dan mempersiapkan tubuh menuju kehamilan. Bisa didapatkan dari sumber makanan seperti susu, keju, salmon, tuna, hati sapi dan daging sapi. 

5. Vitamin D

 Berperan dalam membantu meningkatkan kesuburan dan kehamilan yang sehat. Sumbernya dapat ditemui dalam berbagai bahan makanan seperti susu, keju, atau yogurt. 

6. Kalsium

Berfungsi untuk membantu proses pembentukan embrio setelah terjadi pembuahan. Sumber makanannya dapat diperoleh dari ikan berlemak seperti salmon, susu, atau keju. 

Selain mengonsumsi susu, faktor lain yang juga perlu menjadi perhatian untuk meningkatkan peluang kehamilan adalah berat badan ideal, kondisi genetik & kesehatan reproduksi, riwayat penyakit dan kesehatan secara umum, serta kebiasaan merokok yang berpotensi menurunkan kualitas sel sperma. 


Agar keberhasilan program hamil ini meningkat, Anda juga bisa menggunakan alat tes kesuburan wanita di apotik atau online store-nya Ovutest ya. Selamat mencoba!

Back to Top