15 Jun 2021

Amenorrhea, Penyebab Wanita Sulit Hamil

Amenorrhea merupakan kondisi tidak terjadinya menstruasi pada wanita selama 3 siklus berturut - turut atau lebih. Istilah ini juga digunakan untuk kondisi ketika wanita mulai berusia remaja (15 tahun) belum pernah mengalami menstruasi. Pada wanita yang berharap pada keberhasilan program kehamilan, kondisi ini akan berpengaruh terhadap kemampuan diri menentukan masa subur - sehingga menjadi lebih sulit untuk hamil. Yuk, kenali lebih lanjut penyebab dan langkah mengatasinya!


Berikut diantaranya penyebab utama terjadinya Amenorrhea:

1. Gangguan pada organ reproduksi: Tidak terbentuknya rahim atau serviks, komplikasi operasi Caesar/kuretase, adanya sumbatan di saluran reproduksi.

2. Gangguan hormonal: Ditemukannya tumor ovarium, PCOS, adanya tumor pada kelenjar pituitari (organ kecil yang berada di bawah otak & berfungsi untuk menghasilkan hormon yang membantu mengendalikan banyak proses serta fungsi organ pada tubuh), gangguan tiroid.

3. Gaya hidup yang tidak sehat: Mulai dari gangguan makan sehingga menyebabkan berat badan tidak seimbang, stres berkepanjangan sehingga mengganggu kinerja hormon reproduksi, dan aktivitas berlebihan yang dapat mengganggu kerja hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh yang berperan penting dalam terjadinya menstruasi.


Amenorrhea terbagi menjadi dua jenis:

Amenorrhea primer

Merupakan kondisi ketika wanita tidak kunjung mendapatkan menstruasi setelah memasuki usia pubertas, yaitu 15 - 16 tahun. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya kelainan kromosom/genetik, kelenjar hipofisis terganggu sehingga menyebabkan ketidakseimbangan hormon reproduksi.

Amenorrhea sekunder

Dialami oleh seorang wanita berusia subur yang biasanya memiliki siklus menstruasi normal, namun kemudian tidak terjadi menstruasi selama 3 bulan atau lebih. Kondisi ini dipengaruhi oleh hormon yang tidak seimbang, akibat penggunaan obat - obatan tertentu atau alat kontrasepsi, dan penyebab alami seperti menyusui atau kehamilan.




Diagnosis & pengobatan Amenorrhea


Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan dan melakukan beberapa tes penunjang:

• Tes kehamilan, untuk memastikan penyebab kondisi ini terjadi karena kehamilan atau tidak.

• Tes darah, meliputi pemeriksaan hormon prolaktin, tiroid, estrogen, FSH atau testosteron untuk memastikan ada atau tidaknya gangguan hormonal dalam tubuh.

• Tes USG, CT Scan atau MRI untuk melihat adanya kelainan pada organ reproduksi dan tumor pada kelenjar pituitari.


Apabila kamu dinyatakan positif dengan Amenorrhea, maka beberapa pilihan pengobatan dapat diberikan. Mulai dari pemberian obat dan terapi hormonal sesuai dengan riwayat kesehatan tubuh hingga operasi (jika disebabkan oleh tumor atau adanya jaringan parut akibat komplikasi kuretase & operasi Caesar). Langkah pencegahan juga dapat dilakukan, diantaranya dengan disiplin menjalankan gaya hidup sehat. Antara lain dengan cukup beristirahat, menghindari olahraga dan aktivitas berlebihan, menjaga pola makan sehat dengan nutrisi dan gizi seimbang, hindari dan kelola stres agar tidak berkepanjangan, serta catat dan perhatikan siklus menstruasi dengan seksama. 


Normalnya, menstruasi terjadi sekitar 3 – 7 hari pada kebanyakan wanita. Meskipun demikian, perlu untuk dimengerti bahwa tidak semua wanita akan memiliki siklus yang sama. Siklus menstruasi yang teratur dan sehat bisa datang lebih cepat atau lambat, dengan rentang waktu berkisar antara 21 – 35 hari. Pada wanita dengan amenorrhea, gejala selain tidak menstruasi yang dapat dirasakan diantaranya rambut rontok, nyeri pada bagian kepala dan panggul, timbul jerawat berlebihan pada wajah, mengalami gangguan penglihatan, tumbuh bulu – bulu halus pada wajah dan keluar cairan pada puting susu. Jika terjadi hal – hal diatas, ada baiknya kamu segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk segera mendapat bantuan medis. 


baca juga: Wanita Dengan PCOS Bisa Hamil Secara Alami?

Back to Top