7 Jun 2021

Benarkah: Konsumsi Asam Folat Bikin Gemuk?

Asam folat, merupakan bentuk sintetis dari vitamin B9 yang sangat berperan dalam mencegah terjadinya kecacatan pada otak dan saraf janin. Nutrisi ini juga memiliki peran penting dalam pembentukan, perbaikan dan fungsi DNA yang akan memengaruhi pertumbuhan plasenta serta perkembangan janin. Untuk kamu yang sedang menjalani program kehamilan, asam folat sudah disarankan untuk dikonsumsi 2 - 3 bulan sebelum menjalankan masa promil bersama pasangan. Dalam hal ini, konsumsinya dipercaya dapat meningkatkan kesempatan hamil dan prosentase kesuburan, baik pada wanita maupun pria.


Berikut 3 manfaat lain konsumsi asam folat bagi promil:

1. Mengurangi risiko keguguran dan kelahiran prematur

Mencukupi kebutuhan asam folat harian diyakini mampu mencegah terjadinya keguguran janin berusia kurang dari 20 minggu, kelahiran prematur dan gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan.

2. Menurunkan risiko preeklamsia

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan peningkatan kadar protein dalam urine - sehingga dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan kurang. Berbagai penelitian telah menemukan bahwa Ibu hamil yang mendapat asupan asam folat dalam jumlah cukup dapat menurunkan risiko preeklamsia.

3.Mencegah anemia

Anemia atau kekurangan darah menjadi salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil. Jika dialami saat hamil, anemia dapat menimbulkan risiko berbagai kompikasi kehamilan sehingga dapat berpotensi mengancam nyawa ibu dan bayi. Oleh karena itu, dibutuhkan asupan asam folat dalam jumlah cukup untuk menjaga produksi sel darah merah dalam tubuh.




baca juga: Hati-hati! Malas Makan Membahayakan Janin


Kaitan konsumsi asam folat dan penambahan berat badan?

Konsumsi asam folat saja tidak serta merta membuat tubuh menjadi lebih gemuk. Dalam hal ini, peningkatan berat badan akan dipengaruhi oleh berbagai hal, diantaranya asupan kalori ke dalam tubuh, kurangnya aktivitas serta metabolisme tubuh yang melambat.


Perhatikan pula aturan mengonsumsi asam folat dalam masa program kehamilan untuk mendapatkan hasil yang maksimal:

1. Kapan mulai dikonsumsi? 2 - 3 bulan sebelum kamu dan pasangan menjalani masa promil, dan dikonsumsi setiap hari. Saat dokter sudah mengkonfirmasi kehamilan, konsultasikan lagi dengannya tentang dosis dan takaran tepat konsumsi asam folat selama kehamilan.

2. Berapa dosis yang tepat? Umumnya, dosis umum yang disarankan untuk mengonsumsi asam folat saat menjalani program kehamilan adalah 400 mikrogram. Saat hamil, dosisnya meningkat menjadi 600 mikrogram.

3. Perlukah mengonsumsi dosis lebih tinggi untuk kondisi tertentu? Pada beberapa kasus seperti jika kamu memiliki riwayat kehamilan yang dipengaruhi oleh cacat tabung syaraf, menderita diabeter dan mengonsumsi obat anti epilepsi, dosis yang diberikan bisa lebih tinggi, namun harus berada di bawah pengawasan dokter.


Makanan alami mengandung asam folat

Tidak hanya berupa suplemen, penuhi kebutuhan asam folat dari sumber makanan berikut ini:

* Sayuran hijau: Bayam, brokoli, sawi hijau atau kol.

* Buah - buahan: Jeruk, alpukat, pepaya dan pisang.

* Kacang - kacangan: Kacang merah, kacang hijau, kacang polong dan kacang kedelai.

* Biji - bijian: Gandum atau sereal.

* Makanan laut: Ikan, udang dan pilihan seafood lainnya.

* Telur dengan kandungan protein yang tinggi.

* Hati sapi.

* Susu dan produk olahannya.


Tidak hanya asam folat, lengkapi juga nutrisi lain seperti omega 3, vitamin A, B, C, D, E, selenium, zinc, kalsium dan zat besi yang baik untuk meningkatkan kesuburan dan mempersiapkan tubuh dalam menghadapi kehamilan. 


Back to Top