27 Nov 2020

Mengenal Pendarahan Implantasi, Gejala Awal Kehamilan yang Normal Terjadi

Setelah mengikuti program hamil, salah satu hal yang dinanti adalah kehadiran buah hati. Secara fisik, ada lho tanda – tanda kehamilan yang perlu kamu ketahui! 


Salah satunya adalah pendarahan Implantasi, atau dikenal dengan flek tanda awal kehamilan, terjadi pada 25% kehamilan. Dalam dunia medis, istilah ini digambarkan dengan pendarahan yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel atau berimplantasi pada dinding rahim. Sperma di dalam sel telur tersebut akan berkembang menjadi embrio dan berjalan menuju rahim. Pada fase ini, perjalanan tersebut akan turut mengikis lapisan dinding rahim sehingga mengakibatkan terjadinya pendarahan ringan menandai tanda awal kehamilan hingga 12 minggu pertama masa embrio tumbuh.

 

Gejala lain yang menandai keberhasilan implantasi pada program kehamilan adalah kram atau nyeri perut. Tidak seperti kram pada menstruasi, umumnya yang terjadi pada fase implantasi gejalanya lebih ringan dan hanya berjalan dalam waktu singkat, paling lama 2 hari. Hal ini wajar terjadi pada saat proses menempelnya embrio ke dinding rahim.


Nah, buat kamu yang bertanya – tanya, apa perbedaan flek tanda kehamilan dengan menstruasi?

 1. Flek tanda kehamilan biasanya hanya akan berlangsung selama beberapa hari, berbeda dengan darah menstruasi yang berlangsung lebih lama, sekitar 7 – 10 hari. 

2. Perbedaan warna darah dengan menstruasi, yaitu merah muda hingga coklat tua. Selain itu, flek yang muncul hanya bersifat ringan: Berupa bercak atau tetesan darah.

3. Perbedaan aliran darah. Pada  pendarahan implantasi, darah mengalir pelan dan tidak  bertambah banyak secara kuantitas. Selain itu, tidak terdapat gumpalan – gumpalan darah kotor layaknya yang terjadi pada proses menstruasi.

4. Flek tanda kehamilan disertai dengan beberapa gejala lain, yaitu terlambat menstruasi, mengalami perubahan mood, sering buang air kecil, mengalami perut kembung dan konstipasi, mudah lelah, nyeri pada payudara, mual – mual, hingga nyeri pinggang atau punggung. 

5. Jeda waktu. Pada pendarahan implantasi, darah atau bercak yang muncul akan terpisah oleh jeda waktu, berbeda dengan siklus menstruasi yang berlangsung secara kontinu selama 7 – 10 hari. Umumnya, pendarahan implantasi akan muncul dan jeda selama beberapa jam hingga satu hari dan berlangsung selama maksimal dua hari.


Jika mengalaminya, jangan panik. Beristirahatlah saat pendarahan implantasi terjadi, dan catat waktu saat pertama kali flek muncul untuk kembali dikonsultasikan pada dokter kandungan, sehingga kamu bisa memastikan usia kehamilan yang tengah berjalan.

 

 


Secara umum, tanda kehamilan yang ditunjukkan melalui gejala fisik diatas merupakan hal yang normal terjadi. Tetapi, kamu juga perlu waspada dan memeriksakan kondisi kandungan ke dokter bila mengalami hal – hal berikut:

1. Nyeri perut dan pendarahan berat. Jika gejala nyeri konstan terjadi dan merasakan sakit yang semakin parah, segera periksakan kondisi kehamilan ke dokter kandungan. 

2. Pembengkakan bagian tubuh tertentu yang berlebihan. Seperti pada area wajah dan tangan, perlu diwaspadai gejala preeklamsia atau komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. 

3. Kenaikan berat badan ekstrim. Misalnya, dalam satu minggu mengalami kenaikan berat badan hingga 1 - 2 kilogram, kamu perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan untuk memeriksakan risiko preeklampsia. 

4. Gatal pada kulit, terutama dengan tekstur bintil kecil yang sangat gatal. Biasanya terjadi akibat perubahan hormon atau sistem imun saat masa kehamilan, biasa disebut dengan istilah Prurigo. Hal ini memang jarang terjadi dengan perbandingan 1: 300 wanita hamil yang mengalaminya.

Back to Top