23 Jun 2021

Menstruasi Lancar, PCOS Hilang?

PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome merupakan kelainan hormonal yang sering terjadi pada wanita di masa subur. Kondisi ini menjadi salah satu gangguan reproduksi utama yang membuat sel telur tidak bisa dilepaskan, kadar hormon maskulin (androgen) menjadi berlebih, dan kista muncul dalam jumlah yang banyak di dalam ovarium. Beberapa penyebab PCOS diantaranya gangguan fungsi insulin yang berfungsi sebagai hormon pengatur gula darah, ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, serta faktor genetik.


Gejala dan gangguan menstruasi

Pada wanita usia subur, salah satu gejala yang menandakan PCOS diantaranya adalah gangguan menstruasi seperti berikut ini:
1. Tidak menstruasi selama 3 bulan, padahal sebelumnya mengalami menstruasi dengan siklus normal.
2. Siklus menstruasi terlalu panjang. Kondisi ini digambarkan dengan mendapat menstruasi setiap 3 bulan pada tahun pertama setelah menstruasi pertama, mendapat menstruasi setiap 2 bulan sekali di tahun kedua setelag menstruasi pertama, atau mendapat menstruasi setiap 45 hari sekali.
3. Siklus menstruasi terlalu dekat. Yang dimaksud adalah jarak antara menstruasi kurang dari 3 minggu dengan periode mencapai lebih dari 7 hari.

Selain gejala diatas, PCOS dapat ditandai dengan munculnya jerawat dalam jumlah banyak, tumbuh bulu - bulu rambut di sekitar area tubuh akibat kelebihan hormon androgen, serta kelainan pigmen kulit seperti berubah warna menjadi lebih gelap atau munculnya skin tag.



Bagaimana bila siklus menstruasi mulai normal, akankah PCOS dapat hilang?
Jawabannya belum tentu. Para ahli turut berpendapat bahwa meskipun terbilang jarang, namun pasien PCOS ada juga yang tetap mendapatkan siklus menstruasi lancar. Sehingga normalnya siklus ini tidak bisa menjadi jaminan faktor utama kesembuhan pasien dengan PCOS.

Beberapa gejala gangguan menstruasi diantaranya:
• Mengalami gejala kram, mual dan muntah baik sebelum atau sesudah siklus menstruasi. 
• Mengalami aliran darah saat menstruasi lebih deras dan berlangsung selama lebih dari 7 hari. 
• Terdapat bercak darah setelah berhubungan seksual. 
• Tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan berturut – turut. 
• Pendarahan dengan intensitas yang tidak normal selama menstruasi berlangsung. 
• Menstruasi terjadi kurang dari 21 hari atau baru menstruasi setelah 35 hari dengan siklus yang tidak teratur. 

Untuk mengendalikan siklus menstruasi, setidaknya dapat dilakukan melalui beberapa langkah:
1. Pemberian pil KB yang mengandung hormon estrogen dan progesteron untuk menyeimbangkan kembali hormon di dalam tubuh.
2. Olahraga rutin untuk membantu mengembalikan ketersediaan hormon - hormon yang dibutuhkan untuk mengendalikan siklus menstruasi yang teratur.
3. Mengendalikan stres. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tingkat stres yang tinggi juga ikut memengaruhi ketidakteraturan menstruasi pada wanita. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan waktu khusus untuk melakukan hobi dan aktivitas ringan sebagai langkah relaksasi.
4. Menjaga berat badan seimbang. Berat badan yang lebih rendah atau terlalu tinggi dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur atau bahkan mengakibatkan siklus berhenti total yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Kelebihan lapisan lemak juga diketahui dapat mengganggu fungsi indung telur untuk memproduksi hormon estrogen yang memicu proses pematangan dan pelepasan sel telur.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk memberikan diagnosis gangguan menstruasi mulai dari pemeriksaan panggul, tes darah untuk mengetahui ketidakseimbangan hormon, pengambilan sampel lapisan rahim & pemeriksaannya untuk menemukan kelainan dalam rahim, pap smear jika dicurigai ada masalah serius pada serviks dan pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan diagnosis. 


Back to Top