24 Nov 2020

Pengaruh Pil KB dalam Program Kehamilan

Selama ini, banyak mitos beredar di masyarakat yang mengungkapkan bahwa penggunaan pil KB dapat mengganggu kesuburan dan paska penggunaannya menyebabkan sulit hamil pada wanita. Benarkah demikian?

Pil KB merupakan kombinasi hormon estrogen dan progesteron (hormon pengatur siklus menstruasi) yang menghambat terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur sehingga kehamilan dapat dicegah. Pil KB juga memicu pengentalan lendir mulut rahim yang mengakibatkan dinding rongga rahim tidak siap menerima pembuahan. 


Berikut hal - hal yang wajib kamu tahu tentang pengaruh pil KB dengan tingkat kesuburan:

1. Pil KB tidak menyebabkan gangguan organ reproduksi termasuk rahim. Keberadaannya justru membantu mencegah penyakit radang panggul, menurunkan risiko kanker, menghentikan pertumbuhan jaringan rahim ke bagian ke luar rahim sehingga bisa menjadi salah satu pengobatan endometriosis.

2. Setelah penggunaan pil KB dihentikan, kesuburan akan kembali  dalam waktu beberapa minggu. Jadi paska penggunaannya tidak menyebabkan gangguan kesuburan.


3. Penggunaan pil KB membuat siklus menstruasi teratur. Namun, setelah pemakaiannya dihentikan biasanya siklus akan kembali menjadi tidak teratur. 




Bisakah langsung hamil setelah menghentikan konsumsi pil KB? 

Tidak ada jawaban pasti berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kondisi tubuh dapat kembali “normal” dan berovulasi karena kondisi kesehatan setiap orang berbeda. Pada dasarnya, tubuh akan membersihkan hormon dengan cepat segera setelah penggunaan pil KB dihentikan. Setelah proses ini selesai, tubuh wanita akan mulai kembali memproduksi hormon yang memicu siklus menstruasi. Pada saat yang sama, sel telur akan mulai dilepaskan. Namun, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai proses ovulasi. Diperlukan waktu sekitar 2 minggu – 1 bulan untuk mengembalikan siklus menstruasi; dan sekitar 1 –  3 bulan untuk tubuh dapat kembali berovulasi.


Berbagai masalah yang muncul terkait kesulitan untuk hamil setelah penggunaan alat kontrasepsi berupa pil umumnya disebabkan oleh faktor tubuh yang memerlukan waktu untuk mengembalikan periode kesuburan atau kemampuan berovulasi, usia pasangan, kualitas sperma dan ovum, hingga jumlah persalinan sebelumnya. 


Supaya lebih cepat hamil setelah penggunaan pil KB dihentikan, tidak ada salahnya kamu dan pasangan melakukan hal berikut:

1. Hitung periode ovulasi & masa subur. Umumnya, ovulasi terjadi sekitar 12.- 14 hari sebelum hari pertama haid dalam siklus menstruasi kembali terjadi. Rata- rata wanita akan mengalami masa subur diantara hari ke 10 hingga hari ke 17 setelah hari pertama haid berakhir, berlaku untuk siklus menstruasi teratur 28 hari. 

2. Berhubungan intim tepat sebelum masa ovulasi. Karena kemampuan sel sperma bertahan hidup hingga 3 hari pada saluran tuba falopi & sel telur bertahan 12 – 24 jam setelah ovulasi, maka berhubungan intim sebelum periode ovulasi tiba menjadi salah satu cara yang disarankan untuk meningkatkan peluang kehamilan dengan harapan pada saat masa ovulasi tiba, kedua sel telah bertemu dan siap untuk terjadinya pembuahan.

3. Jaga kesehatan fisik dan mental. Makanan sehat kaya asam folat dan antioksidan dipercaya mampu mempersiapkan tubuh agar selalu sehat dan menjadi persiapan bagi rumah calon janin kelak. Selain itu, penting untuk menjaga jiwa tetap sehat dan tidak stress karena ketidakseimbangan hormon dapat memicu ketidakteraturan siklus menstruasi. 

4. Posisi berhubungan intim terbaik untuk meningkatkan peluang hamil. Sejumlah posisi berhubungan intim seperti missionary dan doggy style dapat mempermudah sperma bertemu sel telur.


Back to Top