23 Jun 2021

Penyebab Skin Tag Pada Penderita PCOS

Sindrom polikistik ovarium atau PCOS merupakan gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya kelebihan hormon androgen yang dapat mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong berisi cairan. Akibatnya, sel telurnya tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur. PCOS sendiri merupakan gangguan hormonal paling umum yang menyerang perempuan di seluruh dunia yang dapat menyebabkan faktor ketidaksuburan. Beberapa gejala pada penderita PCOS diantaranya mengalami gangguan menstruasi, warna kulit berubah menjadi gelap, muncul jerawat berlebihan atau kebotakan, hingga skin tag.


Mengenal skin tag

Skin tag merupakan daging tumbuh di permukaan kulit yang berukuran kecil dan menyerupai kutil. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya. Namun, jika terasa sangat mengganggu, dapat dilakukan konsultasi ke dokter untuk membantu mengatasinya. Pada penderita PCOS, skin tag biasanya tumbuh di area sekitar ketiak, leher, bawah payudara atau selangkangan. Dari berbagai penelitian telah dilaporkan bahwa berbagai permasalahan kulit kerap kali muncul sebagai akibat dari PCOS yang diderita.


Hal ini dipicu oleh ketidakseimbangan hormon atau terjadinya masalah endokrin (sistem kontrol kelenjar tanpa saluran yang menghasilkan hormon di tubuh melalui aliran darah untuk memengaruhi organ - organ lain). Setiap penderita PCOS mungkin akan mengalami gangguan/masalah kulit yang berbeda. Selain skin tag, masalah lain yang dapat muncul antara lain Hirsutisme (tumbuhnya rambut yang tidak diinginkan akibat kelebihan sekresi hormon pria yang muncul di area dagu, dada, paha atau puting payudara & munculnya jerawat kistik yang lebih mudah terbentuk di sepanjang garis rahang.


baca juga: Pengaruh Metformin Pada Penderita PCOS




Bagaimana cara menanganinya?

Jika cukup mengganggu, lakukan pemeriksaan medis untuk mendapat alternatif penanganan seperti:

1. Operasi pengangkatan skin tag yang membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengangkat jaringan daging yang tumbuh di permukaan kulit.

2. Bedah elektrik/electro surgery, merupakan tindakan bedah yang memanfaatkan arus listrik berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan panas. Skin tag akan dipanaskan menggunakan listrik dengan tegangan tertentu dan diangkat jaringan lemaknya.

3. Ligasi. Yaitu tindakan menghilangkan skin tag dengan cara mengikat dan memotong aliran pembuluh darah di dalamnya dengan menggunakan benang operasi. Jika berukuran kecil dan sedikit, umumnya dokter tidak perlu membius pasien. Pembiusan lokal hanya akan dilakukan pada skin tag yang berukuran besar dan dalam jumlah banyak.


Untuk menangani permasalahan kulit pada penderita PCOS, kamu disarankan melakukan 3 langkah berikut:

1. Menggunakan pelembab tanpa kandungan parfum dan alkohol untuk seluruh permukaan tubuh. Jika kulitmu tergolong kering, gunakan pilihan pelembab alami seperti minyak VCO (virgin coconut oil).

2. Hindari mandi dengan air panas karena dapat mengurangi lapisan minyak alami pada kulit. Jika menginginkan mandi atau berendam dengan air hangat, pastikan melakukannya dengan cepat dan gunakan pelembab kulit setelahnya.


Skin tag, dan permasalahan kulit lainnya dapat diselesaikan jika kamu berfokus pada penanganan ketidakseimbangan hormon penyebab PCOS itu sendiri. Oleh karena itu, disiplinlah dalam mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk menjaga berat badan tetap ideal, batasi konsumsi makanan berlemak, tinggi gula dan asupan garam. Sebaliknya, perbanyak konsumsi makanan berserat karena dapat meningkatkan kadar gula secara perlahan. Selain itu, kamu juga disarankan untuk rutin berolahraga sehingga kadar gula dan insulin di dalam tubuh dapat terus terjaga. 


baca juga: Wanita Dengan PCOS Bisa Hamil Secara Alami






Back to Top