30 Mar 2021

Tips Menjalani Program Hamil dengan Menyenangkan

Bagi kamu dan pasangan yang telah lama mendambakan kehadiran seorang buah hati, program kehamilan memang menjadi salah satu solusi yang ditawarkan. Tapi tentu saja, ada beberapa hal yang tetap harus menjadi perhatian utama; misalnya untuk tidak stres dan menikmati setiap momennya. Mengapa? Stres yang dialami oleh pasangan dalam program kehamilan memang menjadi sebuah kondisi yang cukup umum ditemui. Hal ini biasanya dipicu oleh kekhawatiran/kecemasan berlebihan mengenai kondisi tubuh dan ketidaksuburan hingga desakan lingkungan sekitar untuk segera memiliki momongan. 


Padahal, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di Amerika Serikat, tingkat stres yang tinggi saat seseorang menjalani program kehamilan dapat mengganggu proses pembuahan lho, karena beberapa alasan berikut:

1. Hormon pada wanita seperti kortisol dan epinefrin meningkat cukup tinggi, yang akan memengaruhi produksi protein pada dinding rahim. Dalam hal ini, jika tubuh tidak menghasilkan cukup protein, sel telur yang sudah dibuahi jadi sulit untuk melakukan implantasi atau menempel pada dinding rahim. 

2. Stres menyebabkan peredaran darah menuju rahim menjadi tidak lancar. Padahal, faktor ini dibutuhkan untuk meningkatkan peluang keberhasilan pembuahan dan kehamilan. 

3. Tingkat stres yang tinggi dapat mengacaukan ovulasi . Saat kamu sedang stress, tubuh akan mengirimkan sinyal ke hipotalamus, yaitu bagian otak yang bertugas untuk mengontrol terjadinya ovulasi atau pembuahan.

4. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa “memelihara” stres juga dapat menurunkan peluang kehamilan hingga 30%, membuat kamu kehilangan gairah dalam melakukan berbagai hal.




Nah, tips berikut bisa membantu kamu untuk tetap rileks menjalani program kehamilan:

1. Menulis jurnal atau berbagi dengan sahabat

Salah satu usaha yang perlu dicoba adalah menuangkan perasaan ke dalam sebuah jurnal atau mengungkapkannya kepada sahabat terdekat. Cara ini dianggap ampuh sebagai proses refleksi diri yang sekaligus dapat menemukan penyebab stres. Pandangan orang lain mungkin dapat melihat akar masalah dan membantu mencari penyelesaian terbaik. 

2. Olahraga teratur

Berenang, misalnya, dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa melakukan relaksasi di dalam air terbukti mampu memicu tubuh menjadi lebih rileks, menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh. Wah, bisa dicoba, nih!

3. Menjaga komunikasi & menciptakan momen romantis bersama pasangan

Tidak jarang, pasangan yang mengalami stres saat sedang menjalani program kehamilan jadi kehilangan gairah untuk bercinta. Penting juga untuk menjaga komunikasi dengan pasangan untuk saling berbagi keluh kesah, sehingga kamu bisa tetap semangat menjalani hari, tidak merasa sendirian. 

4. Luangkan waktu untuk me time

Sediakan waktu khusus untuk menyenangkan diri sendiri dan lakukan hobi yang kamu sukai: Membaca, binge watch drama Korea, mendengarkan musik, atau memanjakan diri ke rumah spa? 

5. Menjaga pikiran tetap positif

Jangan biarkan kecemasan menghantui pikiran dan membuat kamu menjadi tidak mood sepanjang hari, ya! Sebagai langkah pencegahan, kamu bisa mengucapkan kalimat – kalimat positif yang bisa diucapkan kepada diri sebagai bagian dari afirmasi positif untuk tetap tenang. Misalnya, “Kami (aku dan pasangan) sudah melakukan yang terbaik dan berusaha untuk hamil. Semoga Tuhan selalu melindungi kami se keluarga..”.

6. Dukungan keluarga besar

Secara verbal, kamu dan pasangan bisa meminta bantuan keluarga besar untuk memberi dukungan selama program hamil dijalankan. Ceritakan pengalaman saat menjalani program ini dan ungkapkan keinginan serta kebutuhan akan hal – hal yang bersifat suportif. 

7. Liburan bersama pasangan

Meluangkan waktu bersama pasangan dengan berlibur tentu menjadi waktu yang paling menyenangkan. Tinggalkan sejenak pekerjaan dan fokuslah untuk menikmati waktu bersama pasanganmu dengan suasana yang baru. Kamu dan pasangan juga bisa melakukan beberapa kegiatan bersama selama liburan, seperti olahraga. Perasaan relaks dan bahagia tentu akan memberikan moment yang lebih berkesan dari biasanya. 

8. Menghindari lingkungan toxic

Tak jarang tekanan justru datang dari orang-orang yang bertanya "Sudah hamil belum?", akibatnya diri merasa sedih, kesal bahkan putus asa dengan banyaknya pertanyaan yang ada. Selama program hamil, kamu harus bahagia, ini sangatlah penting. Jika dirasa lingkungan membuatmu tidak nyaman, tak ada salahnya kamu mulai memilah-milah dengan siapa kamu harus bersosialisasi. Setidaknya dengan memilih dengan siapa kamu bersosialisasi, kamu tidak lagi berfokus pada pertanyaan yang membuatmu sedih. 


Jika dalam pelaksanaannya, kamu dan pasangan tetap mendapat kesulitan, mengalami kekhawatiran berlebihan dan menderita kecemasan, ada baiknya untuk melakukan kunjungan ke dokter atau psikolog guna mendapat pertolongan medis/psikis.


Baca juga: 5 Olahraga Ini Aman Dilakukan Saat Program Hamil


Back to Top