16 Apr 2021

Mendeteksi Masa Subur Melalui Air Liur, Bisakah?

Kehamilan dapat terjadi jika sel telur dapat bertemu dengan sperma. Oleh karena itu, bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, ada baiknya untuk mengetahui kapan masa subur sedang terjadi – sehingga dapat memanfaatkan momen saat ovulasi (momen dimana sel telur dikeluarkan dan siap untuk dibuahi) tiba. Perlu diketahui bahwa masa subur seorang wanita dengan siklus haid 28 hari yang teratur biasanya terjadi 14 hari sebelum jadwal haid berikutnya. Tapi dalam beberapa kasus, ovulasi ternyata bisa juga terjadi sebelum dan sesudah hari ke 14. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui masa yang pasti kapan ovulasi terjadi agar dapat meningkatkan peluang kehamilan. Lalu, bisakah masa subur ini dideteksi melalui air liur? Begini penjelasannya. 


Hubungan antara air liur dengan kesehatan tubuh?

Air liur sesungguhnya merupakan cairan yang berperan penting dalam menunjang kesehatan mulit dan proses pencernaan makanan. Kondisi kesehatan tubuh sesungguhnya bisa dipantau dari jumlah atau volume: Jika terlalu sedikit atau berlebihan, hal ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan mulut dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Air liur diproduksi oleh kelenjar ludah yang terletak di dalam mulut. Kurang lebih 1 – 2 liter air liur diproduksi setiap harinya yang mengandung protein, mineral, air, dan enzim amilase yang berfungsi untuk mencerna karbohidrat. 


 

Kunjungi: Ovutest Scope


Apa kaitannya dengan deteksi kesuburan?

Menjelang masa ovulasi, kadar hormon estrogen pada wanita akan meningkat. Alat pendeteksi kesuburan dapat mendeteksi kadar hormon ini pada air liur. Caranya adalah dengan meletakkan air liur pada lensa alat, menunggu hingga kering (sekitar 30 – 60 menit), lalu melihat pola air liur melalui bagian belakang kaca. Gambar seperti daun pakis akan muncul jika hormon estrogen meningkat. Namun, tes deteksi menggunakan air liur ini dapat dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi. Supaya mendapatkan hasil yang akurat, kamu disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman apapun 2 jam sebelum melakukan tes ini. 




Dengan semakin mudahnya langkah deteksi masa subur melalui tes air liur, maka peluang kehamilan sebenarnya dapat semakin meningkat. Asalkan kamu dan pasangan berkomitmen untuk menjaga kesehatan secara alami sehingga turut meningkatkan kesuburan dengan cara berikut:

1. Konsumsi makanan kaya antioksidan

Zat seperti asam folat dan seng secara ilmiah diyakini dapat membantu meningkatkan kesuburan, baik pada perempuan atau laki – laki. Zat ini bekerja dengan cara menonaktifkan radikal bebas di dalam tubuh. Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa konsumsi 75 gram makanan yang kaya antioksidan (buah, sayur, kacang – kacangan & biji – bijan) turut meningkatkan kualitas sel sperma pada pria. 

2. Diet sehat rendah lemak

Khususnya bagi kamu yang menderita PCOS (Sindrom Ovarium policistik), diet rendah lemak dapat membantu mempertahankan berat badan ideal yang berperan penting dalam proses dan keteraturan siklus haid.

3. Konsumsi multivitamin yang disarankan

Diperkirakan sekitar 20% infertilitas dapat dihindari dengan cara mengonsumsi multivitamin secara rutin. Mulai dari asam folat, vitamin E, vitamin B6 sesuai dosis yang disarankan oleh tenaga medis. 

4. Hindari alkohol & batasi kafein

Dari penelitian diketahui bahwa konsumsi minuman beralkohol dapat menurunkan tingkat kesuburan. Sedangkan kadar kafein yang berlebihan juga dapat berdampak negatif terhadap kesuburan wanita. Sebuah studi turut menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih dari 500 mg kafein setiap hari membutuhkan waktu hingga 9.5 bulan lebih lama untuk hamil. 

5. Penuhi kebutuhan zat besi

Dibuktikan dari penelitian bahwa konsumsi suplemen zat besi juga dikaitkan dengan risiko infertilitas yang lebih rendah. Konsumsi daging merah, telur, ikan, sayuran berdaun hijau, dan kacang – kacangan untuk memenuhi kebutuhan zat besi dari bahan makanan alami. 


 

Back to Top